Rabu, 08 April 2020

virus corona

Nabilla zaizafun s 9f


Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory
syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.

Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019.

Pandemi koronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggriscoronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.[1] Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi HubeiTiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020.[2] Hingga 28 Maret, lebih dari 620.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 190 negara dan teritori, mengakibatkan lebih dari 28.800 kematian dan 137.000 kesembuhan.[3][4]


Pandemi koronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.[1] Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020.[2] Hingga 28 Maret, lebih dari 620.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 190 negara dan teritori, mengakibatkan lebih dari 28.800 kematian dan 137.000 kesembuhan.[3][4]

Pandemi koronavirus 2019–2020
COVID-19 Outbreak World Map per Capita.svg
Peta kasus terkonfirmasi per kapita hingga 9 April 2020
   > 1 kasus per 1.000 penduduk
   1–10 kasus per 10.000 penduduk
   1–10 kasus per 100,000 penduduk
   1–10 kasus per 1 juta penduduk
   1–10 kasus per 10 juta penduduk
   1–10 kasus per 100 juta penduduk
   Tidak ada kasus terkonfirmasi
Peta jumlah kasus terkonfirmasi
COVID-19 Outbreak World Map.svg
Peta jumlah kasus terkonfirmasi hingga 9 April 2020
   100.000+ kasus terkonfirmasi
   10.000–99.999 kasus terkonfirmasi
   1.000–9.999 kasus terkonfirmasi
   100–999 kasus terkonfirmasi
   10–99 kasus terkonfirmasi
   1–9 kasus terkonfirmasi
   Tidak ada kasus terkonfirmasi
Peta kematian per kapita
COVID-19 Outbreak World Map Total Deaths per Capita.svg
Peta kematian per kapita hingga 9 April 2020
  100+ kematian per juta penduduk
  10–100 kematian per juta penduduk
  1–10 kematian per juta penduduk
  0.1–1 kematian per juta penduduk
  0.01–0.1 kematian per juta penduduk
  >0–0.01 kematian per juta penduduk
  Tak ada kematian atau tak ada data


Sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandemi_koronavirus_2019%E2%80%932020


Ghebreyesus khawatir akan tingkat keparahan wabah Covid-19 dan minimnya tindakan yang diambil untuk memerangi virus. Dia memprediksi, jumlah kasus dan kematian masih akan meningkat dalam beberapa hari dan pekan ke depan.

Istilah pandemi sendiri dikenal dalam dunia epidemiologi atau ilmu yang mempelajari pola penyebaran penyakit. Dalam kamus epidemiologi, wabah menjadi bagian paling kecil dalam penularan penyakit.
status pandemi bukan sekadar pernyataan semantik, tapi juga bicara mengenai tindakan spesifik yang perlu diambil. Ahli epidemiologi Harvard Institute, Marc Lipstich mengatakan, status pandemi berarti tak hanya fokus pada penahanan, tapi harus semakin fokus pada mitigasi penyebaran virus corona.


Sumber: https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200312113105-255-482774/mengenal-makna-status-pandemi-virus-corona

Tidak ada komentar:

Posting Komentar